Selamat datang di situs Resmi Wayan Dresti Yasa (http://www.bukupintaronline.blogspot.com) Media Curahan Hati dan Pikiran

Rabu, 03 November 2010

Jembatan sebagai Alat Penghubung

Sungguh terkagum jika kita melihat sebuah jembatan yang memiliki panjang atau tinggi yang sepertinya diluar jangkauan kita. Tetapi ternyata apapun bisa diwujudkan di dunia ini, asalkan ada usaha. Jembatan merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, dan bahkan lautan. Sekarang jembatan banyak dibangun melintasi lautan, seperti di Indonesia sendiri pada tanggal 10 Juni 2009 telah diresmikan Jembatan Suramadu dengan panjang 5.438m yang melintasi selat madura yaitu untuk menghubungkan Jatim dan pulau Madura . Rencananya akan dibangun lagi Jembatan Jawa-Sumatra dengan nama Jembatan Bima Sakti. Bisa dinobatkan akan menjadi jembatan terpanjang se-Asean.
Mudah-mudahan rencana para Insinyur Indonesia membuahkan hasil, sehingga negara kita tidak kalah dengan negara-negara penghasil jembatan terbaik di dunia.

Mari kita simak sejarah jembatan yang saya kutip dari wikipedia! Jembatan pertama yang dibuat dengan titian kayu untuk menyeberangi sungai. Ada juga orang yang menggunakan dua utas tali atau rotan, yang diikat pada bebatuan di tepi sungai. Seterusnya, batu digunakan, tetapi cuma sebagai rangka. Jembatan gerbang berbentuk melengkung yang pertama dibuat semasa zaman Emperor Roma, dan masih banyak jembatan dan saluran air orang Roma yang kenal hingga hari ini. Orang-orang Roma juga mempunyai pengetahuan, yang mengurangkan perbedaan kekuatan batu2 yang berbeda. Jembatan bata dan mortar dibuat pada zaman kaisar Romawi, karena sesudah zaman tersebut, teknologi pengetahuan telah hilang. Pada Zaman Pertengahan, tiang-tiang jembatan batu biasanya lebih besar sehingga menyebabkan kesulitan kepada kapal-kapal yang lalu-lalang di sungai tersebut.

Pada abad ke-18, mulai banyak pembaruan dalam pembuatan jembatan kayu oleh Hans Ulrich, Johannes Grubenmann dan lain-lain. Dengan kedatangan Revolusi Industri pada abad ke-19, sistem rangka (truss system) menggunakan besi untuk memajukan untuk pembuatan jembatan yang lebih besar, tetapi besi tidak mempunyai kekuatan ketegangan (tensile strength) yang cukup untuk beban yang besar. Apabila mempunyai kekuatan ketegangan yang tinggi, jembatan yang lebih besar akan dibuat, kebanyakannya menggunakan idea Gustave Eiffel, yang pertama kali dipertunjukkan di Menara Eiffel di Paris, Perancis. Yang sesuai digunakan untuk pembuatan jembatan yang panjang karena ia mempunyai kekuatan-kepada-berat yang tinggi, tetapi konkrit pula mempunyai kos penjagaan yang lebih murah. Jadi, selalunya "konkrit diperkuat" (reinforced concrete) digunakan - kekuatan ketegangan konkrit yang lemah diisi oleh kabel tembaga yang ditanam di dalam konkrit itu.

Berikut ini saya tampilkan foto-foto Jenis Jembatan!

Jembatan Akueduk



Jembatan alang (beam)



Jembatan Bertingkat


Jembatan bulan



Jembatan clapper


Jembatan galang (girder)



Jembatan gantung (suspension)



Jembatan gerbang (arch)



Jembatan gerbang tertekan (compression arch)



Jembatan gerbang kerangka (truss arch)



Jembatan kerangka (truss)




Jembatan kabel-penahan (cable-stayed)



Jembatan kabel-penahan spar penyangga



Jembatan kayu



Jembatan penyangga (cantilever)



Jembatan Bertutup



Jembatan Pejalan Kaki bertutup



Jembatan tiub (tubular)




Jembatan angkat (drawbridge)



Jembatan angkat (lift)



Jembatan ayun (swing)



Jembatan tarik (retractable)



Jembatan tenggelam (submersible)



Jembatan bergulung (curling)




Jembatan lipat (folding)



Jembatan miring (tilt)



Jembatan pengangkut (transporter)



Jembatan pontun



Jembatan udara (skyway)



Jembatan layang (viaduct)



0 komentar: